Wednesday, February 2, 2011

Di Balik Misteri G 30 S PKI

Hari ini tepat 01 Oktober 2012, dimana bangsa Indonesian memperingati hari kesaktian pancasila, yang selalu digambarkan, dicitrakan dengan kemenangan pancasila melawan ideologi komunis yang hendak merebut kekuasaan melalui G 30 S PKI. Namun apabila kita menengok sejarah bahwa semenjak meletusnya G 30 S PKI maka sejak itu pula merupakan awal dari pembunuhan masal terhadap orang yang “dianggap” harus bertanggung jawab terhadap gerakan G 30 S. Peristiwa ini merupakan tragedy kemanusiaan terbesar yang pernah dialami bangsa ini, yang kemudian melahirkan sebuah rezim baru yaitu rezim Soeharto dan orde baru nya.
Sejarah tentang G 30 S PKI yang selama ini kita ketahui (versi orde baru) bahwa gerakan G 30 S PKI merupakan rencana kudeta terhadap pemerintahan yang berkuasa saat itu yaitu Soekarno dengan melakukan penculikan dan pembunuhan terhadap Jenderal- jenderal ABRI yang dimotori oleh PKI dan dibantu dengan militer yang berafiliasi dengan PKI yaitu Cakrabirawa dibawah Letkol Untung. Sejak dari kecil setiap tanggal 30 September kita disuguhi oleh film tentang pemberontakan PKI dimana disitu ditayangkan bagaimana PKI dengan kejamnya menculik dan membunuh jenderal2 ( A. Yani, dkk). Namun semua itu hanyalah film buatan orde baru yang tentu kita tidak tahu bagaimana kebenaran ceritanya. Bahkan ketika orde baru runtuh pun kita belum tahu bagaimana sejarah yang benar tentang peristiwa tersebut, mengingat banyak saksi sejarah yang sudah tidak ada (meninggal, vonis hukuman mati atau bahkan ditembak ditempat).
Sampai dengan saat ini masih banyak sekali labirin – labirin yang selalu menimbulkan pertanyaan, dan dari berbagai buku dan literature yang ada, baik terbitan barat, maupun kesaksian subandrio pun masih banyak hal yang menjadi pertanyaan. Hal ini seharusnya pemerintah perlu meluruskan bagaimana sejarah yang sebenarnya terjadi pada saat peristiwa G 30 S PKI, sebab peristiwa ini merupakan tonggak awal dari berdirinya rezim kediktatoran Soeharto, masuknya korporat- korporat asing yang mengeruk kekayaan bangsa kita. Selain itu yang terpenting adalah bagaimana bencana kemanusiaan, pembunuhan masal terhadap orang- orang PKI diseluruh negeri ini yang menurut berbagai sumber mencapai setengah juta jiwa di Jawa dan Bali ini bisa terjadi. Lalu siapakah yang harus bertanggung jawab terhadap pembantaian tersebut?siapakah yang harus bertanggungjawab terhadap pengambilan hak – hak, pendiskriminasian mereka yang keturunan PKI?bagaimana mungkin kesalahan kolektif masih bisa diterima oleh bangsa ini?itulah rule of law yang telah ditolak diseluruh dunia, hanya bangsa kita lah yang menerimanya. Bagaimana mungkin pemberontakan oleh militer dan sipil yang pro terhadap PKI menjadi kesalahan seluruh partai PKI? dosa seluruh pengikut PKI? Ingat bahwa saat itu PKI merupakan partai ke 4 terbesar. Apakah sebanyak itu pula orang jahat dinegeri ini?
Banyak sekali kejanggalan- kejanggalan yang terjadi dalam peristiwa G 30 S PKI apabila itu disebut kudeta terhadap pemerintahan, mengingat kudeta ini hanya berumur pendek, dalam kurun waktu beberapa hari saja para pemimpinnya sudah ditangkap semua. Adalah suatu yang janggal ketika sebuah partai yang besar melakukan kudeta dengan rencana yang tidak tersusun rapi dan dalam waktu singkat bisa dipadamkan. Kejanggalan berikutnya adalah bagaimana mungkin partai yang saat itu dekat dengan presiden karena menyetujui aksi “Ganjang Malaysia” melakukan kudeta terhadap pemerintahan. Bagaimana keterlibatan agen CIA terhadap aksi ini, mengingat posisi Indonesia yang kuat dalam percaturan politik internasional dibawah Soekarno sudah mulai membahayakan Amerika yang pada saat itu sedang berperang di Vietnam. Kejanggalan terakhir adalah siapa yang berada dibalik semua peristiwa tersebut? Apakah kudeta G 30 S PKI merupakan kudeta yang direncana untuk gagal karena ada kudeta merangkak dibelakangnya.
Kita tidak bisa tahu secara pasti karena berbagai fakta sejarah telah bercampur menjadi fiktif, sehingga sukar kita mengetahui apa dan bagaimana peristiwa tersebut secara utuh. Yang ada hanyalah kepingan – kepingan fakta sejarah yang membuat kita menyimpulkan sendiri bagaimana sebenarnya peristiwa G 30 S PKI tersebut. Dari buku “Dalih Pembunuhan Masal Gerakan 30 September dan Kudeta Soeharto “ karya John Roosa, serta “Soebandrio : Kesaksianku Tentang G -30 S” yang merupakan kesaksian dari tokoh sentral PKI yaitu Soebandrio, semua berkesimpulan sama yaitu bahwa gerakan G 30 S PKI merupakan kudeta yang dirancang untuk gagal karena akan ada kudeta merangkak yang mengikutinya. Bahkan Bung Karno menyebut bahwa ini semua merupakan “Riak kecil dalam sebuah Revolusi Besar”.
Seperti sebuah rencana- rencana kejahatan terselubung dalam film Sherlock Holmes yang penuh dengan teka – teki dan misteri, pada akhirnya bahwa pemenang atau aktor utama akan muncul seolah – olah menjadi pahlawan, dengan menggagalkan sebuah kudeta, menumpas seluruh “pemberontak” dan menguasai pemerintahan. Dan dialah presiden kedua kita Soeharto, seorang pahlawan yang muncul menjadi aktor utama setelah peristiwa G 30 S dan menguasai pemerintahan secara perlahan- lahan dan lambat laun dengan propaganda-propagandanya berhasil berkuasa hingga 30 tahun.
Sebagai warga negara saya hanya bisa berharap akan adanya pelurusan sejarah agar kita semua tidak terjebak pada dogma yang menyesatkan. Semoga akan ada sebuah buku yang mampu mengungkap secara jelas bagaimana peristiwa G 30 S sebenarnya, kronologisnya, motif dan dalang dibalik pembunuhan masal yang terjadi masa itu. Semoga.

Surya Adiputra
◄ Newer Post Older Post ►
 

© BBC.WEB.ID Powered by Blogger