Sunday, May 12, 2013

E-KTP Boleh Difotokopi, Asal Jangan Sering


SALATIGA, suaramerdeka.com -
Warga diimbau tidak usah resah mengenai  larangan memfotokopi kartu tanda penduduk elektronik (E-KTP) sesuai surat edaran Menteri Dalam Negeri (Mendagri) yang melarang memfotokopi E-KTP. Sejatinya, E-KTP boleh difotokopi asal jangan terlalu sering karena akan merusak fisik berupa chip di E-KTP itu.

Penegasan itu disampaikan Kepala Disdukcapil Salatiga Afif Zufroningdyah. Menurutnya, E-KTP jika tidak terlalu sering difotokopi tidak mengakibatkan kerusakan chip. Oleh karena itu, pihaknya berpesan kepada masyarakat agar lebih hati-hati untuk memfotokopi E-KTP.

"Pesan kami kepada masyarakat, sekali memfotokopi E-KTP dengan jumlah banyak sekalian. Kemudan jika ingin menggandakan, lebih baik hasil hasil fotokopian itu kemudian diperbanyak. Dengan begitu chip E-KTP akan lebih aman," kata mantan Kabag Organisasi Setda Salatiga ini.

Menurut Afif, sesuai  Surat Edaran Mendagri Nomor 471.12/1826/SJ yang dikeluarkan 11 April 2013 menjelaskan bahwa e-KTP tidak boleh difotokopi, distapler, dan diperlakukan buruk, hingga merusak fisik kartu. Sebagai pengganti, cukup dicatat Nomor Induk Kependudukan (NIK) serta nama lengkap warga yang bersangkutan.

Hal tersebut pun menimbulkan kekecewaan di masyarakat. Ada beberapa warga yang kecewa lantaran informasi tersebut tidak diberitahu sejak awal. Pasalnya, ada warga yang telah memotokopi e-KTP sehingga menyebabkan fisik kartu tersebut sedikit rusak.

"Awalnya memang sesuai  Surat Edaran Mendagri ada pelarangan fotokopi E-KTP. Tetapi saat ini masyarakat banyak memerlukan fotokopi E-KTP di antaranya untuk keperluan pemilu guna mendukung calon perseorangaan, dan lainnya. Jadi untuk urusan ini ada pengecualaian dan E-KTP boleh difotokopi asal jangan teralalu sering," katanya.

Afif memaklumi saat ini dalam masa transisi penggunaan E-KTP sehingga meimbulkan banyak penafsiran dari masyatakat. Diharapkan mulai 2014 semua warga sudah mengguanakan E-KTP. Demikian juga semua layanan publik sudah memiliki card rider untuk membaca chip E-KTP sehingga tidak lagi memerlukan fotokopi.

Mengenai jumlah warga Salatiga yang belum rekam E-KTP, Afif menyebut pada April Lalu ada sekitar 26.000 warga yang tercecer. Jumlah itu terdiri atas data ganda, meninggal, dan pindah. Setelah dilakukan penyisiran hingga Mei,  ada 934 warga yang merekam data untuk E-KTP.

"Target perekaman di Salatiga sebenarnya 111.000 wajib E-KTP, tetapi yang sudah terekam 113.000. Bagi warga yang belum terekam masih ditunggu hingga Juni dan akan dilayani gratis. Setelah Juni nanti, kami belum tahu kebijakan selanjutnya dari pusat seperti apa," katanya.  

Anik (30) seorang warga di Bancaan Sidorejo mengaku telah berkali-kali memfotokpoi E-KTP untuk keperluan sehari-hari misalnya untuk persyaratan membeli motor, pinjaman bank, atau pengajuan sebuah lembaga. Dia baru tahu belakangan kalau ada pelarangan fotokopi E-KTP sehingga membuatnya resah jangan-jangan E-KTP-nya menjadi rusak.

( Moch. Kundori / CN34 / JBSM )

Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad


http://www.suaramerdeka.com/v1/index.php/read/news/2013/05/13/156655/E-KTP-Boleh-Difotokopi-Asal-Jangan-Sering
jika diwebsite ini anda menemukan artikel dengan informasi dan konten yang salah, tidak akurat, bersifat menyesatkan, bersifat memfitnah, bersifat asusila, mengandung pornografi, bersifat diskriminasi atau rasis mohon untuk berkenan menghubungi kami di sini agar segera kami hapus.
◄ Newer Post Older Post ►
 

© BBC.WEB.ID Powered by Blogger