Wednesday, July 31, 2013

Dua Perwira Polda Jateng Mangkir Lagi

SEMARANG, suaramerdeka.com - Dua perwira menengah Polda Jateng mangkir untuk kali kedua dalam persidangan dengan terdakwa Siti Wororini alias Pipit (47). Sekali lagi mangkir, maka Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Semarang Andrianto akan melakukan pemanggilan paksa.

Keduanya yakni Kompol Sugiarto dan AKP Budi Kusmanto. Sedianya mereka dihadirkan sebagai saksi di persidangan yang digelar di Pengadilan Negeri Semarang, Rabu (31/7). Sayangnya, sama seperti pekan sebelumnya, kedua perwira ini tidak hadir tanpa memberikan keterangan.

"Kami akan melakukan pemanggilan ketiga. Jika tetap tidak hadir maka kami akan melakukan pemanggilan paksa," kata Andrianto.

Keduanya dinilai banyak mengetahui bagaimana terdakwa menjalankan usahanya. Pasalnya, dalam dakwaan, JPU menyebut terdakwa yang merupakan Kepala Perwakilan PT Pontas Anugrah Khatulistiwa Wilayah Jawa Tengah dan DIY menerima pasokan solar bersubsidi dari Sugiarto dan Budi.

PT Pontas Anugrah Khatulistiwa Wilayah Jawa Tengah dan DIY bergerak di bidang niaga Bahan Bakar Minyak (BBM) dengan izin niaga terbatas. Selain membeli solar resmi dari Petronas dan Pertamina, ternyata terdakwa telah membeli solar bersubsidi dalam rentang waktu 14 Februari-16 April 2013.

Ada tiga kali transaksi pembelian solar bersubsidi yang menggunakan truk modifikasi. Yakni lima ton solar dari Sugiarto dibeli dengan harga Rp 6.300/liter, lima ton solar dari  Budi dengan harga Rp 6.200/liter, dan empat ton solar dari seseorang bernama Abdul Wahid dengan harga Rp 5.900/liter.

Saat dilakukan penindakan di Jalan Sawah Besar Nomor 121 RT 3 RW 4 Kelurahan Kaligawe Kecamatan Gayam Sari Semarang, turut ditemukan truk Nopol H 1843 DA kapasitas 24 ton, didalamnya ditemukan 10,8 ton solar. Truk tangki Nopol T 8287 M kapasitas 16 ton berisikan 3,7 ton solar dan truk tangki Nopol H 1937 CH kapasitas 5 ton solar berisi penuh. Ditambah truk bak terbuka Nopol H 1403 PG bermuatan 21 drum berisikan 4,4 ton solar.

Selain itu juga ditemukan satu buah pompa dan empat surat jalan distribusi solar. Solar yang diperoleh dari sejumlah SPBU di Semarang tersebut rencananya didistribusikan ke perusahaan dan industri dengan harga Rp 7.000-Rp 8.000.

Perbuatan terdakwa sendiri diancam dengan pidana dalam pasal 55 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 Tentang Minyak dan Gas Bumi.

( Hanung Soekendro / CN38 / SMNetwork )

Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad


http://www.suaramerdeka.com/v1/index.php/read/news/2013/07/31/166662/Dua-Perwira-Polda-Jateng-Mangkir-Lagi
jika diwebsite ini anda menemukan artikel dengan informasi dan konten yang salah, tidak akurat, bersifat menyesatkan, bersifat memfitnah, bersifat asusila, mengandung pornografi, bersifat diskriminasi atau rasis mohon untuk berkenan menghubungi kami di sini agar segera kami hapus.
◄ Newer Post Older Post ►
 

© BBC.WEB.ID Powered by Blogger